
Palu (Humas Kemenag Kota Palu) — Pemahaman yang kuat terhadap empat pilar Moderasi Beragama yaitu, Komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan lokal wisdom atau kearifan lokal menjadi inti dari amanat sambutan yang disampaikan Kakankemenag Kota Palu H. Nasruddin L. Midu pada acara perayaan Natal Gereja-Gereja se Kota Palu Kerjasama dengan Kemenag Kota Palu Penyelenggara Bimas Kristen, bertempat di Gereja Toraja, Jl. Purnawirawan Kota Palu, Jumat (2/12/2022).
Hadir pada kesempatan tersebut, Walikota Palu yang diwakili oleh Sekretaris Kota Palu, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, pimpinan Gereja Se kota Palu, pejabat Pengawas penyelenggara Bimas Kristen, Daniel Rusli Wibowo, S.Th.,MA. Bersama ASN Staf Bimas Kristen Kemenag Kota Palu, dan Jemaat Gereja se Kota Palu.
Kakankemenag, H. Nasruddin L. Midu dalam arahan dan sambutannya mengungkapkan, sebagai ummat beragama harus menjadi garda terdepan dalam melaksanakan empat pilar penguatan moderasi beragama, sebagai program prioritas Kementerian Agama.
“Umat beragama harus memahami empat pilar moderasi beragama dengan baik dan benar, apabila ada umat beragama yang terindikasi pemahaman radikalisme, extrimisme, maka harus mendapatkan perhatian khusus dan mendapatkan pembinaan untuk diluruskan pemahamannya, karena Pancasila dan NKRI sudah menjadi bagian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” ucap Nasruddin.
Menurutnya, umat beragama harus mempunyai pandangan keagamaan yang moderat, berpandangan wasatiyah atau tengah-tengah dan penuh toleransi. Ia juga mengharapkan agar umat beragama pada saat tertentu harus mempunyai sikap yang toleran walau pada saat bersamaan harus meneguhkan keyakinan pada hatinya tentang kebenaran agamanya.
Selain itu, Nasruddin mengatakan, dalam penguatan nilai-nilai Moderasi Beragama, sebagai umat beragama selayaknya lebih mengerti dan mampu memberi contoh kepada masyarakat, untuk bisa bersikap saling menghargai dan menghormati perbedaan.
“Untuk itu, Kakankemenag beraharap, agar mewujudkan dan merealisasikan empat pilar moderasi beragama yang menjadi program prioritas Kementerian Agama, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh umat beragama termasuk Jemaat persekutuan Gereja-Gereja se Kota Palu,” tandas Kakankemenag.
Kesempatan yang sama, Walikota Palu yang diwakili Sekretaris Kota Palu dalam sambutannya mengatakan, Kerukunan antar umat beragama menjadi lem perekat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Pemda Kota Palu mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan gereja-gereja se kota Palu atas terselenggaranya perayaan natal ini. Semoga semakin mengokohkan pondasi kerukunan umat beragama di Kota Palu yang kita cintai,” ujar Walikota.
Selain itu, apabila ditinjau dari persfektif pembangunan daerah, menurut Walikota Palu, kekokohan dan kerukunan umat beragama berkontribusi terhadap pembangungan di Kota Palu. “Kota Palu memiliki SDM yang banyak. Oleh karena itu penting menjaga kondusifitas antar umat beragama untuk tetap menjaga kedaulatan NKRI,” terangnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kota Palu menganggap, keberadaan tokoh-tokoh agama menjadi sangat vital dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama. Dalam pandangannya, yang menjadi problem kerukunan antar umat beragama adanya kesenjangan dalam pengetahuan tentang keagamaan.
“Ia menyampaikan bahwa di kota Palu kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu target dalam percepatan pembangunan. Pasalnya, hal tersebut dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan melalui stabilitas agama, sosial budaya yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (kasman)