Palu (Humas Kemenag Kota Palu) — Ramadhan sebagai bulan rahmat, maka bagi setiap orang yang beriman memiliki jalan meraih rahmat, kasih sayang dan ampunan Allah SWT, hal ini sangat penting dan sebisa mungkin untuk meraihnya. Karena peran rahmat Allah sangat besar bagi seorang hamba di akhirat kelak.

Demikian disampaikan Kakankwil Kemenag Sulteng, H. Ulyas Taha saat menjadi narasumber dalam acara dialog ramadhan kerjasama Kementerian Agama Kota Palu dengan LPP RRI Palu yang diselenggarakan di Kantor LPP RRI Palu, Ahad (26/3/2023).

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab mendapatkan ampunan dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah SWT telah menjadikan ibadah puasa sebagai sarana untuk mendapatkan rahmat dan ampunan serta amal-amal ibadah lainnya.

Maka seyogyanya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan merupakan kesempatan untuk menanam bagi para hamba Allah, untuk membersihkan diri dari segala noda dan dosa.

Menurut Kakanwil, nilai pendidikan yang ada didalam ramadhan, yakni pendidikan kesabaran, sabar dalam segala hal. Selain itu juga puasa mendidik kejujuran, Orang yang sedang berpuasa atas dasar imanan wahtishaban, ia tidak akan makan dan minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa betapapun tidak ada orang yang melihat dan tidak ada orang yang tahu kecuali dirinya dan Allah.

Puasa mendidik sikap disiplin, puasa merupakan ibadah rahasia di mata manusia, yang bisa menumbuhkan sikap disiplin diri, merasa diawasi oleh Allah. Sikap ini akan memunculkan perasaan ada pengawasan diri sendiri dan saat mengawasi itu kita pun sadar bahwa sedang diawasi oleh Zat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Puasa sebagai ibadah dalam Islam, pelaksaksanaannya memerlukan pemahaman tentang tata cara sesuai dengan petunjuk syari’at, rukun dan hukum ibadah. Bahkan lebih dari itu, puasa tidak sekedar dilaksanakan, namun harus dirasakan dan dijiwai dengan segenap kemampuan hati dan pikiran.

Puasa mengandung makna universal bagi kehidupan, mencakup segala aspek yang dibutuhkan manusia, mengandung pesan moral untuk merubah perilaku manusia menjadi lebih baik, mengandung filsafat hidup guna mengantarkan manusia memahami makna terdalam dan hakekat hidup. (kasman)

Similar Posts